Sabtu, 24 Juli 2010

Arti Kata "KAMI" dalam Al-Qur'an

Orang-orang kristen seringkali mengklaim kata majemuk "KAMI" dalam Al-Qur'an sebagai wujud adanya kemanunggalan tiga substansi Tuhan dalam satu pribadi atau yang lebih populer dikenal dengan sebutan Trinitas.Tentu saja ini adalah pemahaman yang sempit tanpa melalui proses berpikir secara rasional.Mereka hanya mendasarkan pemahamannya pada ajaran/doktrin trinitas yang sudah terpatri dalam otak mereka semenjak masa kanak-kanak.Ke-Esaan Tuhan tidak diragukan lagi dimana saja dalam Al-Qur'an.
Kata jamak atau tepatnya kata ganti orang pertama jamak yakni "KAMI" digunakan secara konsisten bila dalam suatu aksi perbuatan Malaikat ikut terlibat,bukan hanya Allah Swt sendiri,sebagai contoh turunnya Al-Qur'an terjadi dengan partisipasi Malaikat Jibril,oleh karena itu jika membicarakan wahyu-wahyu Allah Swt,kata majemuk kami digunakan untuk mengakui peranan Malaikat Jibril.Begitu pula bilamana kata majemuk kami digunakan,kita tau malaikat dilibatkan atas partisipasi mereka.Dengan kata lain,dalam situasi dimana Allah sendiri sebagai pelaku,kita mendapatkan bahwa Allah mempergunakan bentuk kata tunggal atau kata ganti orang pertama,kedua dan ketiga tunggal.
"Sesungguhnya KAMI telah menurunkan kitab Taurat didalamnya (ada) petunjuk dan cahaya (yang menerangi),yang dengan kitab itu diputuskan perkara orang-orang yahudi oleh nabi-nabi yang menyerah diri kepada Allah,oleh orang-orang alim mereka dan pendeta-pendeta mereka,disebabkan mereka diperintahkan memelihara kitab-kitab Allah dan mereka menjadi saksi terhadapnya,karena itu janganlah kamu takut kepada AKU.Dan janganlah kamu menukar ayat-ayat KU dengan harga yang sedikit.Barang siapa yang tidak memutuskan menurut apa yang diturunkan Allah,maka mereka itu adalah orang-orang yang kafir". (Qs Al-Maidah : 44)

"Sesungguhnya KAMI-lah yang menurunkan Al-Qur'an,dan sesungguhnya KAMI benar-benar memeliharanya".(Qs Al-Hijr : 9)

"Dan tidak AKU ciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-KU".(Qs Adh-Dhariyat : 56)

"Maka AKU bersumpah dengan Tuhan yang menguasai timur dan dan barat,sesungguhnya KAMI benar-benar maha kuasa".(Qs Al-Ma'arij : 40)

CATATAN :
Frasa Tuhan yang menguasai timur dan barat dalam Qs Al-Ma'arij : 40 diatas merupakan kiasan yang maksudnya adalah malaikat-malaikat pemelìhara benda-benda angkasa.Kita tahu bahwa Allah adalah Tuhan yang menguasai alam semesta beserta segala isinya.(Lihat Qs Al-Fatikha : 2).
Meski orang-orang kristen seringkali memelintirkan Qs Al-Ma'arij : 40 ini,namun bagi orang-orang yang berakal,sesungguhnya ayat tersebut merupakan golongan ayat muhkamaat atau mudah dipahami.(Lihat Qs Al-Imran : 7)..

3 komentar:

  1. Assalamualaikum..akhi maaf cuma mo ngasih tau bhwa ad kesalahan penulisan pada awal kalimat akhir dari surat al maidah ayat 44 yg akhi tulis di atas; "... maka janganlah kamu takut kepada manusia tetapi takutlah kepadaKu."

    BalasHapus
  2. seharusnya anda mengetahui bahwa semakin banyaknya "kata ganti orang" pada bahasa suatu bangsa maka semakin baiklah atau semakin mudahlah dimengerti bahasa tersebut, itu sudah rumusan dasar. sesuai pernyataan al kitab al quran bahwa buku bacaan itu mudah dimengerti.

    nah, saya akan menjabarkan tentang "KAMI" yang terdapat di al kitab al quran, sedikit saja, selanjutnya anda melanjutkannya.

    al kitab al quran adalah "wahyu yang diwahyukan". berarti ada dua kali wahyu. saya akan memberikan kronologis singkat. si "T" adalah tuhan pencipta langit dan bumi beserta isinya tanpa saham dan bantuan pihak lain. si "R" adalah seorang utusan yang memiliki anggota. dan si "M" adalah seorang manusia, tambahan, ada seorang manusia lagi dengan kode si "MH".

    mari kita mulai perjalanan "wahyu yang diwahyukan" itu.
    si "T" mewahyukan sesuatu ke si "R", lalu si "R" beserta rombongannya kembali mewahyukan wahyu yang mereka dapat ke si "M".

    nah, ketika si "R" dan rombongan menyampaikan kepada si "M", mereka mempergunakan kata "KAMI". ketika si "R" datang sendiri ke si "M", ia mempergunakan kata "AKU".
    begitu pula ketika si "T" berbicara langsung dengan si "MH", ia mempergunakan kata "AKU".

    bagaimana?, jelas?. jamak tetaplah jamak dan tunggal tetaplah tunggal. semakin banyak "kata ganti orang" semakin mudah dimengerti bahasa kaum itu....

    by auliya.iskandar.mn@gmail.com 081277297794
    ruhkudus.blogspot.com

    BalasHapus
  3. coba tanya deh orang nasrani di Arab, mereka akan mengerti apa yang dimaksud dalam Al Qur'an. Bahwa bukan seperti logika yang anda berikan di atas.

    BalasHapus